“Jika anda ingin beribadah sebanyak-banyaknya datanglah ke Mekkah. Jika anda ingin ilmu sebanyak-banyaknya datanglah ke Mesir. Jika anda ingin pendidikan sebanyak-banyaknya datanglah ke Gontor,”

MAKNA KOKOK AYAM DI MALAM HARI (TENGAH MALAM)



Jika  ayam jantan berkokok pada pagi hari atau siang hari itu wajar, itu biasa. Namun kadang kita mendengar juga ayam jantan yang berkokok pada malam hari atau tengah malam, hal ini menimbulkan suatu mitos cerita tentang apa arti dari  kokok ayam di malam hari ini.
Ketika kita bertanya apa makna kokok ayam di malam hari, maka akan mendapat berbagai macam jawaban. Ada yang bilang besok akan ada yang meninggal, pertanda ada anak gadis (tak bersuami) sedang hamil, atau orang sunda bilang aya nu ngajadahan, ayamnya melihat syetan dan lain-lain.




Nah, yang saya alami ini agak berbeda, mendengar kokok ayam bukan tengah malam, melainkan masih sore sekitar jam 8 atau jam 9-an. Ketika itu saya masih duduk di bangku SMP, saya bersama kawan-kawan seperti biasa selepas ngaji dan shalat isya sedang duduk-duduk ngobrol di atas pilar jembatan, tiba-tiba kita mendengar ayam berkokok, kita bertanya-tanya ada apa karena gak biasa. Salah seorang kawan saya yang duduk di situ bilang bahwa kalau menurut mitos kalau ada ayam berkokok jam segini, biasanya ada pencurian. Dan benar saja beberapa menit kemudian ada seseorang datang dari arah timur pake sepeda bilang bahwa barusan ada maling ketangkep habis dihajar masa dan sekarang ada di bale desa. Apakah ini sebuah kebetulan?

Banyak masyarakat yang menganggap jika ayam berkokok malam hari maka itu berarti ada makna tertentu atau isyarat tertentu akan hal yang akan terjadi atau sedang terjadi. Kita perlu mengetahui mitos dikalangan masyarakat namun jangan terlalu mempercayainya. Sebenarnya mitos itu semakin dipercaya maka akan semakin memberikan sugesti kebenaran. Namun jika sugesti dari pendapat masyarakat adalah sugesti yang baik tidak akan ada masalah bagi anda untuk mempercayainya. 

Sedangkan menurut ajaran islam kita kembali kepada pedoman kita Al-quran dan Hadist. Di dalam hadist berbunyi  “Jika kau mendengar ayam jantan berkokok, maka mintalah karunia kepada Alloh karena ia tengah melihat malaikat, sementara jika kau engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah karena ia melihat setan.” (HR. Bukhari dan Muslim) dan ini menurut pandangan islam dan hadist ini shoheh yang di riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

PROF MAHFUD MD KENA SKAKMAT OLEH PROF JOHN SUTEKI



Prof Mahfud MD Kena Skakmat Oleh Prof John Suteki 
Assalamu’alaikum Wr. Wb
ILC adalah salah satu acara favorit saya mungkin anda juga. Karena selalu mengangkat isu-isu hangat sehingga kita pemirsa mendapatkan ilmu atau pencerahan dari para nara sumber. ILC 13 Februari 2018 lalu mengangkat tema “penyerangan terhadap tokoh agama, adakah dalangnya?”
Beberapa hari kemudian beredar luas di dunia maya pernyataan Prof Mahfud MD. Di mana beliau menyebutkan soal orang beragama adalah benar bila bisa makan enak, tidur nyenyak, hidup serba nyaman.
Adalah Dekan Fakultas Hukum UNDIP Prof. John Suteki yang menyampaikan kritiknya atas penyataan Mahfud tersebut. Di facebook pun, di kolom komentar tak sedikit yang mencaci dan menghujat beliau. Prof. John Suteki mengatakan bahwa apakah perintah untuk amar ma’ruf nahi munkar itu pasti bisa dilakukan dengan proses dan hasil serba enak? Tidur nyenyak, makan enak? Sangat hedonis! Apakah Nabi Muhammad selama hidupnya selalu dalam keadaan tidur nyenyak, makan enak karena memeluk islam dan mempertahankan islam. Berapa kali Nabi mengalami masa kepedihan di awal dakwahnya, dianiaya, dicaci maki, diludahi dan berapa banyak Nabi mengalami masa perang. Sedikitnya 27 kali perang. Inikah masa penuh kenikmatan, masa enak dan tidur nyenyak?

Baca juga : THE NEXT HAJI B?OLOT???
Baca juga :  SAYA PUNYA INTUISI TINGGI??? 
 
Justeru saya menangkap pesan berbeda dari pernyataan Prof. Mahfud MD yang menyebutkan soal orang beragama adalah benar bila bisa makan enak, tidur nyenyak, hidup serba nyaman. Jika sikap orang beragama itu benar, maka makan apapun jadi enak. Biarpun Cuma nasi putih dengan sambal, atau laukya cuma ikan asin. Karena merasa qona’ah, merasa cukup, syukur, puas, ridho dengan apa yang ia punya hari ini. Tidur di manapun jadi nyenyak biarpun cuma beralaskan koran, bukan spring bed mahal. Karena sebelum tidur berdo’a, berdzikir dahulu, tidak dipusingkkan dengan hal-hal yang sifatnya duniawi.. Hidup pun akan merasa serba nyaman karena memandang segala urusan di dunia ini dengan kaca mata agama. Bukankah sikap qona’ah, syukur, ridho,  berdo’a, berdzikir dan sikap-sikap mahmudah lainnya merupakan sikap beragama yang benar. Wallohu a’lam